Sekalipun Air mataku menitis,
tak dapat menandingi tangisan
anakmu, ibumu, isterimu,
yang menangisi kejayaanmu
perginya sebagai seorang syuhada
Aku di hujani debu,
engkau di hujani peluru,
aku meronta kelemasan,
engkau diam lantas bangkit berjuang,
Aku rebah dek penangan asmara,
engkau jatuh rebah sebagai syuhada,
Sekalipun lidah ini bisa menghiris hati,
aku pegun, aku takut,
aku hanya mampu menjadi penonton
di arena perjuanganmu,
Duhai Mesir, Palestin,
Ruhingya, syria,
aku masih bersamamu,
engkau selalu ada dalam doaku,
selagi Al Quran sebagai undang undangmu,
Rasul sebagai pemimpin mu,
aku tetap menjadi bayang bayangmu.
Amirul Izzat
Putrajaya
No comments:
Post a Comment